Beranda > KKG/KKKS, Pembelajaran > Mana yang Lebih Baik, Ekspositori atau Diskoveri Inkuiri?

Mana yang Lebih Baik, Ekspositori atau Diskoveri Inkuiri?


Masih banyak guru dan bahkan para pejabat pendidikan (kepala sekolah, pengawas dan pejabat lainnya) kurang memahami substansi strategi pembelajaran. Jika mereka ditanya dengan pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, saya jamin 100% dengan mantap mereka akan menjawab bahwa diskoveri inkuiri lebih baik.

Mengapa? Mereka beralasan bahwa paradigma pembelajaran jaman sekarang adalah ‘harus’ berpusat pada siswa (student centre oriented) yang akan tercermin dalam strategi diskoveri inkuiri. Jadi, mereka menganggap bahwa diskoveri inkuiri lebih baik daripada ekspositori. Begitu yakinnya mereka, sampai-sampai menyebut pembelajaran dengan strategi ekspositori sebagai bentuk pembelajaran ‘jadul’.

Proses pembelajaran selalu berada dalam area waktu, karakteristik materi, ketersediaan alat/media, karakteristik siswa dan tingkat kesiapan siswa belajar. Untuk menjawab pertanyaan ‘besar’ sebagaimana judul di atas, kita tidak bisa begitu saja menentukan pilihan. Kita masih harus mengetahui dulu hal-hal yang terkait dengan pembelajaran.

Jika kondisi di bawah ini merupakan gambaran keadaan yang akan kita hadapi, maka kita sebaiknya memilih menggunakan strategi ekspositori.

(1). Alokasi waktu yang tersedia relatif sedikit jika dibandingkan dengan keluasan dan kedalaman materi yang akan disajikan,(2). Keterediaan alat, bahan dan media sebagai pendukung ketercapaian tujuan dalam pembelajaran jumlahnya terbatas,(3). Siswa masih kurang mandiri,(4). Jumlah siswa relatif banyak,(5). Sumber referensi terbatas.

Sebaliknya jika keadaannya sebagai berikut, maka kita sebaiknya memilih diskovery inkuiri.

(1). Kemandirian peserta didik cukup memadai, (2). Sumber referensi, media, alat dan bahan cukup, (3). Jumlah peserta didik dalam kelas relatif tidak banyak, (4). Materi pelajaran tidak terlalu dalam dan luas, (5). Waktu yang tersedia cukup.
Dengan demikian, memilih strategi apa yang akan kita terapkan dalam pembelajaran menuntut kita untuk lebih dulu mengkaji berbagai aspek pendukungnya. ***

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: