Beranda > Kebijakan Pendidikan > Program Induksi Calon Guru

Program Induksi Calon Guru


* Oleh Ari Kristianawati

UPAYA meningkatkan kualitas dan pengalaman calon guru diusulkan melalui program magang induksi. Program ini diperuntukkan bagi calon guru yang telah lulus sarjana pendidikan atau lulus program LPTK untuk magang dan dibimbing dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Para sarjana kependidikan nantinya diwajibkan menjalani program magang induksi di berbagai lembaga pendidikan. Yang menjadi mentor dan evaluator kegiatan pembelajaran para calon guru adalah komponen guru senior di berbagai sekolah.

Para guru bersama komponen penjamin mutu pendidikan akan andil dalam memfasilitasi dan memonitoring aktivitas mengajar bagi calon guru.

Mereka yang menjalani magang induksi akan mendapatkan standar penilaian yang menentukan masa depan mereka ketika menjadi guru profesional.

Program magang induksi ini secara idealitas sangat baik, namun secara realitas akan menjumpai berbagai hambatan psikologis, struktural, dan juga sosiokultural.

Hambatan psikologis berelasi dengan tingkat skala kematangan para alumni kependidikan untuk bisa menjadi guru dengan berbagai beban administratif dan fungsional yang dijalani.

Mereka ketika mengajar di ruang kelas akan menemukan kompetitor sebagai acuan metode pembelajaran. Para magang induksi dituntut untuk menunjukkan kecakapan dalam aktivitas pembelajaran.

Hambatan struktural berkaitan dengan proporsi pembagian jatah (alokasi waktu) dalam pembelajaran serta posisi mereka ketika menjadi guru magang yang harus berkompetisi dengan guru tetap atau honorer.

Hambatan sosiokultural menyangkut budaya feodalisme di kalangan guru senior yang selama ini memiliki arogansi dari perjalanan pengabdian mereka, sehingga mereka merasa memiliki kemampuan di atas guru yang lebih yunior.

Padahal diakui atau tidak kecakapan mengajar guru senior dalam kultur feodalistik acap kalah dibandingkan guru muda yang menguasai berbagai metode dan bahan pengajaran yang up to date.

Program magang induksi adalah bagian dari proses pematangan calon guru sebelum mereka menjadi para guru profesional. Syarat-syarat program magang induksi yang ideal adalah dilakukan atas standar penilaian yang objektif dan bukan KKN.

Belajar dari program magang profesi semacam PTT bagi tenaga kesehatan, maka program magang induksi bisa mencontohnya sehingga para guru magang induksi ditempatkan dalam database daftar antre berdasarkan scoring yang multiperspektif. (45)

—Ari Kristianawati, guru SMAN 1 Sragen

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: