Beranda > KKG/KKKS > Apakah Guru Masih Perlu Belajar?

Apakah Guru Masih Perlu Belajar?


Ketika seorang guru beranggapan dirinya tidak perlu lagi belajar adalah sebuah malapetaka. Bagaimana mungkin seseorang yang tugas sehari-harinya adalah mengajar kok menganggap tak perlu belajar? Belajar menjadi sangat penting apalagi ketika seseorang itu menjadi guru. Jadi apa pun seseorang itu pasti perlu terus-menerus belajar agar kinerjanya semakin lama semakin baik. Sudah seperti inikah semua guru-guru kita?

Tak usah dicari jawaban pertanyaan tersebut. Biar para guru saja yang menjawab tentang dirinya masing-masing. Tak usah pesimis, pasti lebih banyak yang belajar meskipun sudah menjadi guru daripada yang tidak belajar (lebih tepat enggan belajar). Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah bagi para guru untuk belajar bersama agar kemampuan profesinalnya meningkat. Dalam KKG ini para guru dapat saling bertukar pengalaman, berdiskusi memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya sehari-hari, memperdalam penguasaan materi pelajaran dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat dipelajari secara bersama melalui KKG.

Pertanyaanya adalah, “Sudahkah KKG terlaksana dengan efektif sehingga mampu menjadi daya tarik bagi guru sebagai tempat menimba ilmu?”dsc_0033 Tentu saja pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang susah dijawab. KKG sudah berjalan, tetapi seberapa efektif? Nah…pertanyaan lagi kan?

Ada cara menarik yang selama ini tidak begitu banyak dilakukan oleh teman-teman guru dalam memberdayakan KKG. Salah satunya adalah dengan mengendalikan pelaksanaan KKG dengan penjadwalan dari pengawas sekolah (pembina). langkah pertama yang dilakukan dengan menetapkan materi KKG. Selanjutnya menetapkan siapa yang akan menjadi pemandu (ambil saja guru pemandu yang terlatih, jika belum ada “pinjam” dari gugus lain atau kecamatan lain).  Langkah berikutnya adalah menetapkan jadwal pelaksanaan KKG.

Dimana-mana sudah melangkah sampai ketiga tahapan tersebut di atas, tetapi sampai pada pelaksanaannya seringkali menemui hambatan. Lucunya, hambatan itu justru lebih sering berasal dari para pembuat rencana tersebut. Lho….aneh kan? Mengapa bisa demikian? Jawabnya mudah saja karena mereka tidak secara bersama-sama membuat/melaksanakan komitmen yang kuat. Komitmen apa? Ya…misalnya mereka sepakat untuk tidak menggunakan hari/waktu yang telah ditetapkan dalam jadwal KKG untuk keperluan lain. Gampang kan?

Kategori:KKG/KKKS
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: